Kamis, 21 April 2011

memori yang menjadi ilusi

20 maret 2011
Rasa kehilangan cinta itu rasanya seperti tidak bisa tidur dan makan
Makan seperti menelan tulang yang menyangkut ditenggorokan
Kalaupun tidur , saat terbangun seperti hidup dineraka!
Sungguh menyiksa sekali…………
Namun, karena tak mengerti harus bagaimana dengan rasa sakit hati ini
Seringkali ingin menjadi diri orang lain dan mencintai pria lain
Namun akhirnya menangis sendiri.
Kadang ingin sekali menjadi wanita tegar, karena tak mampu mengkhawatirkan orang-orang yang mencintai ku selain dia yang telah menyakiti ku.
Memang kisah cinta itu sudah berakhir………
Tapi mengapa selalu saja teringat kenangan itu, yang aku sendiri tak tau 
apakah itu kenangan manis atau pahit!
ku rasa Kenangan bersamamu “menyakitkan bagiku”!

Demi melupakan,setiap hari sangat menderita  dan tak bernyawa.
Bagi ku orang yang ditinggalkan setiap hari seperti malam “sunyi”
Tapi, ada hal yang lebih menyedihkan dan menyiksa ku yaitu mengetahui orang yang ku cintai sama sekali tak merindukan ku.
Sulit rasanya menerima kenyataan itu.
Tersenyum, tertawa hanya untuk menyamarkan kelaraan hati ku
Semua itulah yang aku rasakan dan mungkin hanya aku yang merasakan
Sedangkan dia sibuk berlari meninggalkanku, menghancurkanku tanpa sisa.
Sepertinya dia sedang menikmati kebebasannya menciptakan kebahagiaannya sendiri.
Sedangkan aku kehilangan sayapku.
Sungguh ingin mati dengan menenggelamkan diri ku ke air yang dingin.
Tapi malah tidak bisa, karena ku takut…………
Takut selamanya tak dapat melihatnya lagi !
Sepertinya ku tak sanggup bila tak melihatnya yang sudah berpaling dariku dan hatiku
Berpisah dengannya membuat jantungku berhenti berdetak
Rasanya ku berharap ini mimpi buruk.
Secepatnya ku pun mencari pintu mimpi dan terbangun.
Namun saat ku terbangun ku dapati dia tak disampingku lagi.
Mudah sekali dia acuh, dingin terhadapku dan perasaanku?
Ini membuatku bertanya “apakah ku hanya mainan mu?”
Harusnya aku menyadari itu sebelum ku memulai kisah bersamamu.
Akan ku ingat “Kedua kalinya kau menyia-nyiakan ku”

1 komentar: