Senin, 26 Desember 2011

Antologi Bunga

Bunga yg bodoh mengutuk dirinya sendiri...
bunga menangis tersedu-sedu mengetahui madu yang ia miliki ternyata madu orang lain..
Serangga yang menjelaskan merasa bersalah..
Bunga seharusnya kau tau semua semu
tak usah kau bertanya pun hasilnya akan sama..
Serangga maafkan bunga yg tak tau diri..
Bunga bangunlah dari mimpi yang panjang..
Bahagia mu bukan madu milik serangga itu...
bunga percayalah serangga hanya tak ingin menyakiti mu..
serangga,banyak pertanyaan yg ingin bunga tanyakan..
Apakah bunga tak bisa mencoba madu itu sedikit saja??
Apa bunga harus layu dulu, untuk bisa melihat mu jujur akan semua itu..
atau bunga selalu membuat mu khawatir,,benarkah itu??
kalau benar, kenapa bunga masih tidak mengerti mu??

Serangga tau kah apa yang bunga mau??
ingin sekali bunga bertanya ini pada mu..
Namun,bunga takut ini membuatnya tampak bodoh..
apa bunga terlalu bijaksana memahamimu??
ataukah kurang bijaksana???

Serangga tau kah kau hobi bunga menangis??
taukah??
Namun,saat serangga menyuruhnya berhenti menangis..
bunga pun mengutuk dirinya sendiri..
janji yang sulit pun ia lakukan..
bunga tak kan menangis lagi..
bunga layu di waktu ini..
bunga kehilangan puti-putiknya..
searangga perlu kau tau semua tak bisa semudah membalikan tangan..
bunga sangat egois..
iya bunga sangat egois..
serangga kau tau bunga ingin memiliki madunya,,
iya tak mau membaginya dengan bunga lain..
kalau pun harus membaginya serangga tau ia milik bunga itu..
tapi sepertinya serangga tak tau itu yg bunga mau..
serangga ,memang semua tak bisa dipaksakan..
tapi, akan kah semuanya tetap semu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar